Seperti kejadian yang sering saya
alami, terutama di tempat kerja. Saat kita mempunyai keahlian diluar pekerjaan
yang seharusnya, bukannya kita mendapat penghargaan dari keahlian kita tersebut
tetapi sering kali yang kita terima adalah kita diperalat untuk menangani
pekerjaan yang bukan tanggung jawab kita. Sehingga beban pekerjaan kita semakin
bertambah.
Saat kita bisa melakukan pekerjaan yang
lebih baik dan lebih cepat dari yang lainnya, sering kali kita malah
dimanfaatkan atasan/rekan kerja kita. Atau yang lebih parah pekerjaan kita
dianggap tidak berbobot atau terlalu mudah dilakukan sehingga kita tidak pernah
bermasalah dalam menyelesaikannya.
Contoh lain yang pernah saya alami juga,
saat kita menemukan masalah dari suatu pekerjaan tidak jarang kita menjadi
sasaran orang lain yang menge’judge kita sebagai orang yang sudah menyebabkan
masalah itu terjadi.
Kejadian lain di tempat saya bekerja adalah
saat ada rekan kerja yang tidak pernah menyelesaikan tugas pekerjaannya dengan
baik dan bahkan sering kali lewat dari deadline. Bukannya mereka mendapat
hukuman dari kelalaian dan kemalasannya, malah beban pekerjaan yang dihadapi
pun sering kali “di ringankan” dengan mengoper atau membagi beban pekrjaan
orang yang lalai tersebut kepada rekan yang lain yang dianggap lebih capat
bekerja dan dianggap lebih cekatan.
Lalu sering kali saya bertanya dan
berpikir, Kenapa saya tidak menjadi seperti “orang bodoh” saja? Toh.. kalau ada
masalah pun bukan saya yang harus bertanggung jawab. Dengan tidak menyelesaikan
tugas dan pekerjaan pun tidak berakibat apa-apa. Tidak bisa melakukan sesuatu
pun juga tidak bermasalah. Kenapa saya harus “peduli” dan “merepotkan” diri
untuk semua masalah yang bukan tanggung jawab saya?
Jawaban dari semua pertanyaan itu adalah
karena saya terlalu peduli terhadap masalah di tempat kerja saya. Karena saya
bisa melakukannya maka sebisa mungkin saya mengerjakan hal itu dengan baik.
Saat saya bisa mengerjakannya maka saya akan mengerjakannya dengan penuh
tanggung jawab. Yang sering kali mengakibatkan saya emosi, jenuh, dan capek
sendiri.
Dan ini saatnya saya berpikir, ADA KALANYA
MENJADI “BODOH” ITU PERLU…
By. E121CA
Tidak ada komentar :
Posting Komentar